Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Viral Istri Minta Jatah Ngewe Anal 2
Topoin.com - Tibalah saat perpisahan kami.. Terbanglah kekasihku, bisikku dalam hati. Terbanglah dan nikmati perjalanan dan tugas-tugasmu. Aku akan selalu merindukanmu..
Kami segera segera berdiri, berhadapan. Saling menatap dan tersenyum. Kuhela nafasku menetralisir degupan dada yang makin kencang. Bahar lalu memelukku sampai dua kali. Dan aku sempat membisikkan kata-kata kepadanya.
“Aku juga sayang Mas Harso” bisiknya sebelum akhirnya menuju pintu keberangkatan.
Tangannya terus melambai bahkan ketika sudah berada di tangga pesawat. Bagaimana pun, aku merasakan ada sesuatu yang hilang dari dalam diriku begitu suara pesawat terbang itu pelan-pelan menghilang ditelan awan.. Angin laut Sulawesi menyadarkanku dari lamunan.
Aku kini berada di atas kapal yang sama dengan kapal kemarin yang membawaku dari Sangir ke Manado. Selama pelayaran kuhabiskan waktu dengan membaca koran dan majalah yang tadi sempat kubeli di bandara. Beberapa menit rasa kantuk sempat membuatku tertidur berbantal pokok kayu di belakang kepala.
Aku tak ingat lagi mimpi apa yang aku alami selama aku tertidur di atas kapal itu. Sampai ketika satu dua suara camar mulai terdengar sayup-sayup. Tampaknya sudah mendekati pelabuhan tujuan. Aku segera bersiap-siap dan bangun berdiri menuju haluan. Beberapa penumpang juga sudah bersiap-siap untuk turun. Sekian kilometer di depan kapal sudah tampak bayangan pulau yang menjadi tujuan.
Begitu jangkar dibuka, beberapa pekerja pelabuhan langsung berlompatan ke atas kapal. Ada beberapa yang masih berusia remaja, bahkan anak-anak. Tapi selebihnya adalah pekerja dewasa. Rata-rata bertubuh kekar. Dan beberapa di antaranya mempunyai wajah khas Sangir Talaud. Oh, tiba-tiba ingatanku jadi melayang ke Bahar..
Artikel Terkait
Aku sampai di pondokan sekitar jam lima sore. Langsung mandi dan istirahat santai hingga menjelang malam. Beberapa perlengkapan mulai kupersiapkan untuk rencana pengolahan dataku di Manado nanti dan juga persiapan buat rencanaku besok untuk menyelesaikan sisa pengamatan di dekat pelabuhan yang mungkin akan memakan waktu dua tiga hari.
Malam itu aku agak sulit tidur. Terus terang pikiranku dipenuhi oleh bayangan Bahar. Rasa kangen muncul semakin kuat. Padahal, selama ini kami juga tidak setiap hari ketemu. Tapi perpisahan kali ini.. Surabaya.. Dua bulan.. Galangan kapal.. Dua bulan.. Manado.. Akhirnya aku tertidur juga.. Waktu berlalu.. Lanjut baca!

No comments :
Post a Comment
Leave A Comment...